Kepemimpinan Bedanya Dengan Manajemen

Kepemimpinan Bedanya Dengan Manajemen. Pada artikel sebelumnya Kepemimpinan dalam TQM, kita sudah mengatakan bahwa tidak semua pemimpin adalah manajer, maka konsep manajemen dan kepemimpinan pun agak berbeda. Kepemimpinan merupakan bagian dari manajemen, namun keduanya saling melengkapi. Kotter (dalam Goetsch dan Davis, 1994, p. 229) telah menyebutkan beberapa perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan, antara lain:

1. Manajemen berhubungan dengan usaha menanggulangi kompleksitas; kepemimpinan menanggulangi perubahan.

2. Manajemen berkaitan dengan perencanaan dan penganggaran untuk mengatasi kompeleksitas; kepemimpinan mengenai penentuan arah perubahan melalui pembentukan visi.

3. Manajemen mengembangkan kemampuan untuk melaksanakan rencana melalui pengorganisasian dan penyusunan staf; kepemimpinan mengarahkan orang untuk bekerja berdasarkan visi.

4. Manajemen menjamin pencapaian rencana melalui pengendalian dan pemecahan masalah; kepemimpinan memotivasi dan mengilhami orang agar berusaha melaksanakan rencana.

Tentunya antara manajer yang melaksanakan aktivitas manajemen dan pemimpin yang melaksanakan kepemimpinan juga memiliki beberapa perbedaan. Dalam konteks Total Quality Management (TQM), manajer yang sukses adalah manajer yang mampu menggabungkan karekteristik manajer dan pemimpin secara tepat.Berikut ini adalah beberapa perbandingan antara pemimpin dan manajer:

  • Manajer mengelola; pemimpin melakukan inovasi.
  • Manajers are copies; leaders are originals.
  • Manajer memelihara; pemimpin mengembangkan.
  • manajer berfokus pada sistem dan struktur; pemimpin berfokus pada manusia.
  • Manajer mengandalkan pengendalian; pemimpin mengilhami.
  • Manajer menggunakan pandangan jangka pendek; pemimipin menggunakan pandangan jangka panjang.
  • Manajer menekankan aspek bagaimana dan kapan; pemimpin menekankan aspek apa dan mengapa.
  • Manajer menerima status quo; pemimpin menantangnya.
  • Manajer melakukan sesuatu dengan benar (do things right); pemimpin melakukan sesuatu yang tepat (do the right things).

Sumber:
Total Quality Management
oleh: Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/23/2014

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa

Oleh: Azanul Ahyan
 

A. Gerak Tektonik Orogenesa


Gerak tektonik orogenesa adalah gerakan kulit bumi yang relatif cepat meliputi daerah yang sempit. Arah gerakan lapisan kulit bumi secara vertikal maupun horizontal. Arah gerakan inilah yang menyebabkan terjadinya pengangkatan dan penurunan permukaan bumi. Misalnya pembentukan Deretan Sirkum Pasifik merupakan contoh dari Gerak Tektonik Orogenesa ini. 

Proses orogenesa ini akan menghasilkan tekanan pada lapisan batuan, jika tenaga tersebut terjadi pada lapisan kulit bumi yang keras maka akan menyebabkan terjadinya patahan. Kekuatan tenaga endogen mampu menekan struktur batuan yang keras sehingga struktur batuan terpisah atau lepas. Hasil gerak orogenesis biasanya berupa pegunungan lipatan (contoh pegunungan Kendeng di pulau Jawa) dan pegunungan patahan seperti pegunungan selatan pulau Jawa dan pulau Nusa Kambangan. Keseluruhan proses pembentukan pegunungan disebut orogenesis. 

Gerak orogenesa menyebabkan terjadinya patahan, lipatan, pelengkungan dan peretakan. Gerak orogenesis juga dapat menyebabkan depresi kontinental yaitu tanah turun sehingga permukaan bumi lebih rendah dari sekitarnya. 

1. Patahan


Patahan terjadi karena 2 hal, yaitu: 

1) Tenaga endogen yang bergerak secara bersamaan baik horizontal maupun vertikal pada lapisan batuan yang keras dan melampaui elasitas batuan, sehingga kulit bumi menjadi patah atau retak. 

2) Terdapat pengurangan isi lapisan dalamkerak bumi seperti akibat letusan vulkanisme. 

Bidang tempat patah atau retaknya kulit bumi disebut bidang patahan. Bidang yang mengalami pergeseran disebut Sesar / Fault.Daerah patahan merupakan daerah yang rawan gempa karena rapuh. 

Bentuk-bentuk Patahan

a. Graben / Slenk
Bagian dari patahan yang lebih rendah dari sekitarnya / bagian yang mengalami pemerosotan atau penurunan. 
  
b. Horst / sembul
Bagian kulit bumi yang terangkat atau bagian patahan yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. 
Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Patahan bisa terjadi baik karena gaya regang maupun gaya tekan (arah panah gaya tekan saling berhadapan)

c. Patahan Normal
Kedua bagian terpatah, sehingga satu bagian batuan naik dan bagian lainnya turun. 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Pada patahan normal kelihatan lapisan batuan terangkat naik
d. Patahan Rebah / Thrush Fault
Patahan yang terjadi setelah terbentuknya lipatan. ini terjadi karena tekanan salah satu sisi lipatan lebih kuat sehingga struktur batuan / lapisan batuan rebah dan terjadi patahan, sehingga lapisan tengah terbalik susunannya. 

e. Sesar Geser
Struktur patahan yang bergeser horizontal searah dengan garis poros. 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Berbagai kenampakan Sesar
Pembentukan pegunungan oleh proses diastropisme tidak disertai dengan pembentukan magma, sehingga pegunungan yang terbentuk bukanlah pegunungan berapi atau pegunungan aktif. Pegunungan berapi terbentuk apabila diatas pegunungan patahan atau lipatan tersebut terbentuk pegunungan baru akibat aktifitas vulkanisme. 

2. Lipatan 


Lipatan adalah bentuk permukaan bumi yang bergelombang disebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar (horizontal) pada lapisan kulit bumi yang elastis. 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Proses terjadinya lipatan
Pada saat tenaga endogen bergerak secara mendatar pada lapisan kulit bumi yang elastis, lapisan batuan mendapat tekanan yang kuat dan mengakibatkan lapisan kulit bumi terangkat dan apabila tenaga endogen itu terus bekerja akan mengakibatkan lipatan miring. Hal ini mengakibatkan terbentuknya perbukitan (antiklinal) dan lembah (sinklinal)daerah lipatan yang tinggi yang merupakan puncak lipatan disebut antiklinal, sedangkan sedangkan bagian yang rendah / lembah disebut sinklinal. 

Bentuk-bentuk lipatan 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
a. Lipatan Normal
Lipatan normal terjadi jika dua tenaga penekanan mempunyai kekuatan yang sama dan saling berhadapan. Bentuk lipatan ini meiliki dua lapisan yang seimbang lerengnya. 

b. Lipatan Asimetris
Lipatan asimetris terjadi apabila salah satu tenaga penekanan lebih kuat dari yang lain. Bentuk lipatan ini memiliki lereng yang curam. 

c. Lipatan Tumpang Tindih
Lipatan tumpang tindih terjadi jika salah satu tenaga penekanan lebih kuat dari yang lain, sehingga terdapat lapiisan batuan yang menumpang pada batuan lainnya akibatnya terbentuk lapisan batuan yang hampir paralel. 

Contoh Lipatan : 
Lipatan pegunungan tua (pegunungan ural dan pegunungan allegani).
Lipatan pegunungan muda (rangkaian pegunungan mediterania dan sirkum pasifik).
Pegunungan lipatan terbentuk oleh gerakan mendatar kulit/kerak bumi pada lipatan endapan yang lentur dan elastis. 

Jenis-jenis struktur lipatan: 

a. Jalur pegunungan lipatan, yaitu rangkaian pegunungan lipatan yang sangat panjang melintasi beberapa benua dan berdampingan dengan pulau di dasar laut. Hal ini terjadi karena tumbukan lempeng samudera dan lempeng benua, lempeng benua yang lebih berat massanya akan menyusup ke bawah, sedangkan lempeng samudera yang ringan akan terangkat. 

b. Dome, adalah pegunungan lipatan yang membulat karena tekanan mendatar datang pada arah dan waktu yang sama, misalnya dome Sangiran di Jawa Tengah. Basin adalah cekungan yang membulat karena daerah disekitarnya terangkat naik. 

c. Lipatan tunjam, adalah struktur pegunungan lipatan yang bagian garis porosnya menunjam membentuk sudut terhadap bidang datar. 

d. Lipatan komplek, adalah jenis lipatan yang terdapat di jalur pegunungan besar. Jalur pegunungan sebagai antiklinal besar, sedangkan jalur diatasnya terdapat antiklinal dan sinklinal kecil berbagai tipe. 

3. Pelengkungan 


Gerak Tektonik Orogenesa dan EpirogenesaGerak Tektonik Orogenesa dan EpirogenesaGerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Lapisan kulit bumi yang semula mendatar jika mendapatkan tekanan vertikal akan membentuk struktur melengkung. Lengkungan tersebut dapat mengarah ke atas yang disebut kubah (dome) dan dapat mengarah ke bawah membentuk seperti mangkuk yang disebut basin. 

4. Retakan 

Retakan terjadi karena adanya gaya regangan pada lapisan batuan sehingga menyebabkan batuan menjadi retak. 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Retakan
Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa

 

B. Gerak Tektonik Epirogenesa 


Gerak epirogenesa adalah gerak kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung lama dan meliputi daerah yang luas. Arah gerakan epirogenetik adalah naik turun atau gerakannya ada yang keatas atau kebawah. 

Gerakan epirogenetik akan membentuk dataran tinggi sebagai akibat adanya pengangkatan pada lapisan batuan dan juga mengakibatkan turunya daratan sehingga membentuk dataran rendah. 

Gerak tektonik epirogenesa dibagi 2 macam

1. Gerak eprogenetik positif, yaitu gerak yang menyebabkan turunnya lapisan kulit bumi atau daratan sehingga permukaan air laut seakan-akan naik. Contoh : turunnya pulau-pulau di Indonesia Bagian Timur, seperti Kepulauan Maluku dan Pulau-Pulau Barat Daya sampai Pulau Banda. Turunnya muara sungai Hudson di Amerika. Turunnya lembah sungai Kongo di Afrika. 

Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
2. Gerak Epirogenetik negatif, yaitu gerak yang menyebabkan naiknya daratan sehingga permukaan air laut seakan-akan turun. Contoh : naiknya dataran tinggi di Colorado di Amerika. Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton di Indonesia. 


Gerak Tektonik Orogenesa dan Epirogenesa
Jadi gerakan epirogenetik menyebabkan terbentuknya Dataran Tinggi dan Dataran Rendah pada permukaan bumi.

 Baca juga artikel sebelumnya Diastropisme, Gerak Tenaga Tektonik. Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!

Refrensi:
Dari berbagai sumber
Semua gambar diambil dari google images
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/22/2014

Aristoteles Ilmuwan Terbesar Masa Lampau

Aristoteles Ilmuwan Terbesar Masa LampauAristoteles 384 SM-322 SM. Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan. 

Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisantulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional. Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini --yang bertolak belakang dengan tradisi, takhyul dan mistik-- telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa. 

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan "pengetahuan praktis". Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis. 

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru seorang anak raja umur tiga belas tahun yang kemudian dalam sejarah terkenal dengan Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik si Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya. 

Walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristoteles. Di satu pihak Aristoteles kelewat demokratis di mata Alexander, dia juga punya hubungan erat dengan Alexander dan dipercaya oleh orang-orang Athena. Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun didakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles, teringat nasib yang menimpa Socrates 76 tahun sebelumnya, lari meninggalkan kota sambil berkata dia tidak akan diberi kesempatan kedua kali kepada orang-orang Athena berbuat dosa terhadap para filosof. Aristoteles meninggal di pembuangan beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur enam puluh dua tahun. 

Aristoteles dengan muridnya, Alexander 

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk jamannya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, physiologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba. Hasil karya ilmiahnya, merupakan, sebagiannya, kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisten yang spesial digaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri. 

Untuk menjadi seorang ahli paling jempolan dalam tiap cabang ilmu tentu kemustahilan yang ajaib dan tak ada duplikat seseorang di masa sesudahnya. Tetapi apa yang sudah dicapai oleh Aristoteles malah lebih dari itu. Dia filosof orisinal, dia penyumbang utama dalam tiap bidang penting falsafah spekulatif, dia menulis tentang etika dan metafisika, psikologi, ekonomi, teologi, politik, retorika, keindahan, pendidikan, puisi, adat-istiadat orang terbelakang dan konstitusi Athena. Salah satu proyek penyelidikannya adalah koleksi pelbagai negeri yang digunakannya untuk studi bandingan. 

Mungkin sekali, yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas. 

Pengaruh Aristoteles terhadap cara berpikir Barat di belakang hari sungguh mendalam. Di jaman dulu dan jaman pertengahan, hasil karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Latin, Arab, Itali, Perancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Penulis-penulis Yunani yang muncul kemudian, begitu pula filosof-filosof Byzantium mempelajari karyanya dan menaruh kekaguman yang sangat. Perlu juga dicatat, buah pikirannya banyak membawa pengaruh pada filosof Islam dan berabad-abad lamanya tulisan-tulisannya mendominir cara berpikir Barat. Ibnu Rusyd (Averroes), mungkin filosof Arab yang paling terkemuka, mencoba merumuskan suatu perpaduan antara teologi Islam dengan rasionalismenya Aristoteles. Maimomides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dengan Yudaisme. Tetapi, hasil kerja paling gemilang dari perbuatan macam itu adalah Summa Theologia-nya cendikiawan Nasrani St. Thomas Aquinas. Di luar daftar ini masih sangat banyak kaum cerdik pandai abad tengah yang terpengaruh demikian dalamnya oleh pikiran Aristoteles. 

Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi begitu melonjak di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala. Dalam keadaan itu tulisan-tulisan Aristoteles lebih merupakan semacam bungkus intelek yang jitu tempat mempertanyakan problem lebih lanjut daripada semacam lampu penerang jalan. Aristoteles yang gemar meneliti dan memikirkan ihwal dirinya tak salah lagi kurang sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya. 

Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner diukur dengan kacamata sekarang. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena dianggapnya sejalan dengan garis hukum alam. Dan dia percaya kerendahan martabat wanita ketimbang laki-laki. Kedua ide ini-tentu saja --mencerminkan pandangan yang berlaku pada jaman itu. Tetapi, tak kurang pula banyaknya buah pikiran Aristoteles yang mencengangkan modernnya, misalnya kalimatnya, "Kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan kejahatan," dan kalimat "Barangsiapa yang sudah merenungi dalam-dalam seni memerintah manusia pasti yakin bahwa nasib sesuatu emperium tergantung pada pendidikan anak-anak mudanya." (Tentu saja, waktu itu belum ada sekolah seperti yang kita kenal sekarang). 

Di abad-abad belakangan, pengaruh dan reputasi Aristoteles telah merosot bukan alang kepalang. Namun, saya pikir pengaruhnya sudah begitu menyerap dan berlangsung begitu lama sehingga saya menyesal tidak bisa menempatkannya lebih tinggi dari tingkat urutan seperti sekarang ini. Tingkat urutannya sekarang ini terutama akibat amat pentingnya ketiga belas orang yang mendahuluinya dalam urutan. 


Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/21/2014

Diastropisme, Gerak Tenaga Tektonik

Diastropisme atau Tenaga Tektonik. Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan pembahasan mengenai Diastropisme atau gerak tenaga tektonik. Diastropisme ini bagian dari tenaga bumi yang bersumber dari dalam lapisan bumi itu sendiri yang kita kenal dangan tenaga endogen. Namun apa yang saya bahas atau posting sekarang ini merupakan ringkasan atau gambaran umum saja dari pembahasan yang akan saya posting pada lain kesempatan berikutnya. Namun besar harapan saya semoga artikel ringkas ini memiliki manfaat yang besar bagi para pembaca sekalian atau dapat dikatakan juga ini merupakan awal atau perkenalan bagi apa yang akan saya bahas atau posting berikutnya dengan demikian akan mudah di pahami. Baik tanpa berpanjang kalam mari kita mulaikan saja pembahasan ini. 

Diastropisme, Gerak Tenaga Tektonik
Diastropisme atau Tenaga Tektonik yaitu tenaga/gerakan yang berupa peretakan atau pergeseran kulit bumi baik secara vertikal maupun horizontal karena adanya tenaga endogen. 

Vertikal maksudnya pergeseran dan perubahan lapisan batuan dengan arah turun naik. Horizontal maksudnya pergeseran dan perubahan lapisan batuan pada satu garis lapisan batuan. Arah pergerakan lapisan batuan bisa terjadi secara bersamaan (vertikal dan horizontal). 

Pembentukan muka bumi oleh tenaga tektonik tidak disertai dengan pembentukan magma meskipun yang menggerakkannya karena aktivitas magma yang berada pada lapisan terbawah kerak bumi. 

Gerak tektonik mengakibatkan terbentuknya kulit bumi seperti gunung, pegunungan, dataran tinggi, plato (plateau), lembah, depresi, patahan, lipatan, palung laut, lubuk laut, punggung laut, ambang laut dan shelf atau dangkala.

Gerak tektonik atau diastropisme dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Gerak Teknik Orogenesa
2. Gerak Teknik Epirogenesa 

Gerak teknik orogenesa adalah gerakan kulit bumi yang relatif cepat meliputi daerah yang sempit. Proses orogenesa menyebabkan terbentuknya pegunungan lipatan dan pegunungan patahan. Keseluruhan proses pembentukan pegunungan disebut orogenesis. 

Gerak orogenesa menyebabkan terjadinya patahan, lipatan, pelengkungan dan peretakan. Gerak orogenesis juga dapat menyebabkan depresi kontinental yaitu tanah turun sehingga permukaan bumi lebih rendah dari sekitarnya. 

Gerak teknik epirogenetik adalah gerak kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung lama dan meliputi daerah yang luas. Arah gerakan epirogenetik adalah naik turun atau gerakannya ada yang keatas atau kebawah. 

Gerakan epirogenetik akan membentuk dataran tinggi sebagai akibat adanya pengangkatan pada lapisan batuan dan juga mengakibatkan turunya daratan sehingga membentuk dataran rendah. 

Geraka epirogenesa ini dibagi menjadi 2, yakni: 
a. Gerak eprogenetik positif, yaitu gerak yang menyebabkan turunnya lapisan kulit bumi atau daratan sehingga permukaan air laut seakan-akan naik. dan
b. Gerak Epirogenetik negatif, yaitu gerak yang menyebabksn naiknya daratan sehingga permukaan air laut seakan-akan turun. 

Demikian saya cukupkan artikel ini sampai di sini saja. Terima kasih telah berkenan membacanya dan jangan lupa kunjungi terus blog ini, untuk mendapatkan artikel selanjutnya.

Sumber foto
google image
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/20/2014

Kepemimpinan dalam TQM

Kepemimpinan dalam TQM. Kepemimpinan itu suatu yang abstrak namun nyata hasilnya. Kepemimpinan itu suatu seni, suatu ilmu, karena itu kepemimpinan merupakan seni sekaligus ilmu. 

Kepemimpinan dalam TQM
Kepemimpinan itu memiliki makna atau definisi yang sangat banyak tergantung kepada sudut pandang orang yang menggunakannya. Robbins (1991)
mendefiniskan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Schriesman, et al. (dalam Kreitner dan Kinicki, 1992. P. 516) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial di mana pemimpin mengupayakan partisipasi sukarela para bawahannya dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Gibson et al. (1991, p. 364) memberikan definisi kepemimpinan sebagai kemampuan unntuk mempengaruhi motivasi atau keompetensi individu-lindividu lainnya dalam suatu kelompok. Itu tiga diantara definisi-definisi kepemimpinan yang ada.

Sementara itu, Goetsch dan Davis (1994, p. 192) mendefinisikan Kepemimpinan dalam kaitannya dengan TQM (Total Quality Management) adalah bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap usaha mencapai atau melampaui tujuan organisasi. 

Pada hakekatnya definisi-definisi yang tadi telah kita kutip memiliki konsep dasar yang sama, berkaitan dengan penerapannya dalam TM, yaitu membangkitkan motivasi dan semangat orang lain dengan jalan memberikan inspirasi atau mengilhami. Konsep ini mengandung pengertian bahwa motivasi tersebut telah ada dalam diri setiap karyawan dan motivasi yang ada tersebut bukanlah sekedar tanggapan temporer terhadap rangsangan eksternal. Kepemimpinan tersendiri tidak hanya berada pada posisi puncak struktur organisasi perusahaan, tetapi juga meliputi setiap level yang ada dalam organisasi. 

Kepemimpinan merupakan salah satu bagian dari manajemen, karena itu istilah manajer dan pemimpin tidak perlu dicampur aduk. Manajer melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, komunikasi, dan pengawasan. Termasuk di dalam fungsi-fungsi itu adalah perlunya memimpin dan mengarahkan. Zaleznik dalam Robbins (1991) menyatakan bahwa tidak semua pemimpin adalah manajer. Seorang manajer yang diberikan hak-hak tertentu (formal) dalam suatu organisasi belum tentu dapat menjadi pemimpin yang efektif. Akan tetapi kemampuan untuk mempengaruhi orang lain yang didapatkan dari luar struktur formal adalah sama atau bahkan lebih penting daripada pengaruh formal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin dapat muncul secara informal dari suatu kelompok dan dapat pula ditunjuk secara formal. 

Seorang pemimpin yang baik secara umum haruslah memenuhi kriteria atau karekteristik berikut: 

1. Tanggung jawab yang seimbang, yaitu keseimbangan antara tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang yang harus melaksanakan pekerjaan tersebut. 

2. Model peranan yang positif. Peranan adalah tanggung jawab, perilaku, prestasi yang diharapkan dari seseorang yang memiiki posisi khusus tertentu. Oleh karena itu seorang pemimpin yang baik haurs dapat dijadikan panutan dan contoh bawahannya. Mereka melakukan apa yang diharapkan dari karyawannya, misalnya ia mengharapkan karyawannya untuk tepat waktu, maka pemimpin tersebut harus bersikap tepat waktu dalam memenuhi janji atau melaksanakan tugasnya. 

3. Meimilik kemampuan komunikasi yang baik. Pemimpin yang baik harus bias menyampaikan ide-idenya secara ringkas dan kelas, serta dengan cara yang tepat. 

4. Memiliki pengaruh positif. Pemimpin yang baik memiliki pengaruh terhadap karyawannya dan menggunakan pengaruh tersebut untuk hal-hal yang positif. Pengaruh adalah seni menggunakan kekuasaan untuk menggerakkan atau mengubah pandangan orang lain ke arah suatu tujuan atau sudut pandang tertentu.

5. Mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang lain. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat menggunakan keterampilan komunikasi dan pengaruhnya untuk menyakinkan orang lain akan sudut pandangnya serta mengarahkan mereka pada tanggung jawab total terhadap sudut pandang tersebut. 

Di samping karekter-karekter di atas, pemimpin yang baik harus dapat memainkan peranan penting dalam melakukan tiga hal berikut, yaitu (Bennis dan Nanus, 1985, pp. 184-186): 

1. Mengatasi penolakan terhadap perubahan. Dalam mengatasi penolakan terhadap perubahan ini, pemimpin menciptakan komitmen sosial secara sukarela terhadap tujuan dan nilai-nilai tertentu, bukan dengan menggunakan kekuasaan (power) yang ada pada dirinya. 

2. Menjadi perantara bagi kebutuhan kelompok-kelompok di dalam dan di luar organisasi. Bila terjadi konflik kepentingan antara perusahaan dengan salah satu pemasoknya, maka pemimpin harus dapat menemukan cara mengatasinya tanpa merugikan salah satu pihak. 

3. Membentuk kerangka etis yang menjadi dasar operasi setiap karyawan dan perusahaan secara keseluruhan. Kerangka etis itu dapat diwujudkan dengan cara:
- Memberikan contoh perilaku etis
- Memilih orang-orang yang berperilaku etis sebagai anggota tim
- Mengkomunikasikan tujuan organisasi
- Memperkuat perilaku yang sesuai di dalam dan di luar organisasi
- Menyampaikan posisi-posisi etis, secara internal dan eksternal. 

Kepemimpinan bukanlah dari fungsi kharisma. Karena itu seseorang tidak bisa memimpin semata-mata dengan citra dan kharisma yang dimiliki. Kalau ada seseorang yang memimpin suatu organisasi seperti itu, bukanlah disebut pemimpin, tetapi misleader. Menurut Drucker (1992, p. 122) terdapat beberapa karekteristik yang membedakan pemimpin dengan misleader, yaitu:
- Pemimpin menentukan dan mengungkapkan misi organisasi secara jelas.
- Pemimpin menetapkan tujuan, prioritas, dan standar.
- Pemimpin lebih memandang kepemimpinan sebagai tanggung jawab daripada suatu hak istimewa dari suatu kedudukan.
- Pemimpin bekerja dengan orang-orang yang berpengetahuan dan tangguh, serta dapat memberikan kontribusi kepada organisasi.
- Pemimpin memperoleh kepercayaan, respek, dan integritas.

Sumber:
Total Quality Management
oleh: Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/19/2014

CHRISTOPHER COLUMBUS SANG PENJELAJAH

CHRISTOPHER COLUMBUS SANG PENJELAJAHCHRISTOPHER COLUMBUS 1451-1506. Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur, tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia, di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian. Dalam jangka panjang, penemuan itu melahirkan satu bangsa baru di benua belahan Barat, yang dengan amat cepatnya membedakan diri dengan bangsa Indian selaku penduduk asli. Walhasil, Colombus membawa perubahan besar bagi bangsa-bangsa di Dunia Lama. 

Garis besar kisah Colombus bukan masalah baru. Dia dilahirkan di Genoa, Itali, tahun 1451. Tatkala berangkat dewasa, dia menjadi nakhoda kapal dan seorang navigator yang cekatan. Akhirnya Colombus yakin bukan mustahil menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik dan dia dengan tekun merintis tekadnya. Tentu saja niat besar ini tidak bakal terlaksana tanpa biaya cukup. Karena itulah Colombus membujuk Ratu Isabella I menyediakan anggaran untuk ekspedisi percobaannya. 

Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan. 

Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar. 

Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 --kabar lain lagi-- ada jugalah sedikit harta kekayaannya. 

CHRISTOPHER COLUMBUS SANG PENJELAJAH
Kapal Nina, Pinta, dan Santa Maria
Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini. 

Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus. 

Dari sudut sejarah, Leif Ericson bukanlah tokoh penting. Hal-hal menyangkut penemuannya belum pernah tersebar luas, begitu pula tidak meninggalkan perubahan apa pun baik di Amerika maupun Eropa. Sebaliknya, berita penemuan Amerika oleh Colombus menyebar bagai kilat ke seluruh Eropa. Hanya beberapa tahun sekembalinya Colombus, dan sebagai akibat langsung dari penemuannya, banyak ekspedisi tambahan berdatangan di Dunia Baru dan penaklukan serta kolonisasi pun mulailah. 

Seperti halnya tokoh-tokoh lain di dalam buku ini, Colombus mudah terkena gangguan pelbagai komentar seakan-akan apa yang ia lakukan orang lain juga lakukan andaikata Colombus tidak pernah hidup di dunia. Eropa abad ke-15 M berada dalam keadaan risau dan berkemelut: dunia perdagangan berkembang, penjelajahan daerah baru tak terelakkan. Bangsa Portugis nyatanya memang aktif amat mencari arus jalan baru ke Timur, pada saat-saat menentukan sebelum Colombus. 

CHRISTOPHER COLUMBUS SANG PENJELAJAH
Pendaratan Columbus oleh John Vanderlyn
Adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan --katakanlah tahun 1510-- oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombuslah orang yang menemukan benua Amerika. 

Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat. (Paling tidak, dia tidak berhasil melakukannya). Dia masyhur dalam hal penemuan Dunia Baru, yang baik orang Eropa abad ke-15 atau Aristoteles tak tahu menahu adanya benua Amerika. 

Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga --walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang-- dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas. 

Sumber Kutipan:

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/17/2014

Keragaman Bentuk Muka Bumi

Keragaman bentuk muka bumi (relief) berarti tinggi rendahnya permukaan bumi. Relief muka bumi ini dipengaruhi oleh tenaga geologi, yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi dan luar bumi yaitu tenaga eksogen dan tenaga endogen. Kedua jenis tenaga inilah yang berperan aktif didalam membentuk dan merubah permukaan bumi kita. Contoh relief muka bumi seperti pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi, daratan, lautan, sungai, danau, lembah, ngarai, dangkalan, teluk, tanjung, lubuk laut, palung, igir dan masih banyak lagi bentuk-bentuk muka bumi yang lainnya. 

Untuk lebih jelasnya akan kita jelaskan masing-masing pengertian dari kenampakan-kenampakan bumi tersebut secara singkat. 

Bentuk Muka Bumi Daratan/Permukaan 


1. Gunung
Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menonjol dengan ketinggian 400 m atau lebih yang berbentuk krucut atau kubah dan berdiri sendiri. Pada beberapa gunung ditemukan juga yang bersambung dengan gunung lainnya, namun bentuk terpisahnya masih jelas. Pada umumnya gunung merupakan gunung berapi. Gunung berapi ini ada yang masih utuh dengan kepundan ditengahnya, misalnya gunung muria, gunung ciremai, gunung dompo batang, dan banyak lagi gunung lainnya. Ada juga gunung berapi yang merupakan sisa dari gunung api lama yang telah terpotong-potong oleh letusan hebat di masa lampau, misalnya gunung Burangrang yang merupakan sisa gunung api Sunda di Jawa Barat, dan pulau Sertung yaitu bagian sisa gunung Krakatau. 

Bentuk gunung menjulang tinggi, yang berguna sebagai penahan awan. Akibatnya daerah yang ada di daerah bawah atau sekitar gunung bisa sering terjadi hujan. Adanya hujan ini akan bisa menjadikan hutan. Hutan dapat berfungsi untuk menyimpan air, akibatnya disekitar hutan sering ditemukan mata air dan sungai-sungai yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mahluk hidup. 

2. Pegunungan
Pegunungan adalah kelompok atau rangkaian dari gunung-gunung dengan ketinggian yang berbeda-beda dan kadang-kadang terdapat gunung apinya. Puncak gunung yang satu dengan puncak gunug yang lainnya saling berhubungan dalam suatu jalur atau rangkaian memanjang yang tidak terputus. Contoh pegunungan Yura di Prancis, pegunungan Panini di Inggris dan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera.
Pegunungan terbentuk pada waktu terjadinya gerak kerak bumi yang dalam dan luas. Karena itu daerah pegunungan baisanya relatif luas. Secara sederhana kita dapat membedakan antara pegunungan tua dan pegunungan muda. Pegunungan tua merupakan pegunungan yang relatif rendah dengan puncaknya yang relatif tumpul dan lereng yang landai. Misalnya pegunungan Skandinavia dan pegunungan Australia Timur yang terbentuk pada zaman Primer (Paleozoikum). Sedangkan pegunungan muda pada umumnya tinggi dengan puncaknya yang runcing dan lerengnya relatif curam.relatif curam. Pegunugan lipatan yang paling muda adalah hasil pengangkatan zaman tertier, misalnya sirkum mediterania dan sirkum pasifik. 

a. Pegunungan lipatan
Pegunugan lipatan disebabkan terlipatnya lapisan (strata) sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. Akibat proses lipatan ini, lebar lapisan sedimen menciut sedangkan tebalnya bertambah. Lapisan sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas atau disebut juga antiklinal. Sedangkan lapisan sedimen yang terlipat ke bawah disebut lipatan bawah atau sinklinal. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!

Keragaman Bentuk Muka Bumi


b. Pegunungan oleh pengangkatan kerak bumi
Ada pegunungan yang disebabkan oleh pengankatan kerak bumi. Pengangkatankerak bumi ini khususnya sepanjang garis sesar atau garis retakan.Oleh karena itu gunung ini disebut gunung bungkah atau horst. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini! 

Keragaman Bentuk Muka Bumi
c. Pegunungan sisa
Kenapa disebut pegunungan sisa? Pegunungan ini terjadi apabila pegunungan yang tinggi terkikis oleh denudasi dalam jangka waktu yang lama. Gunung semacam ini sering juga disebut gunung denudasi atau gunung relik. Denudasi adalah peristiwa terbukanya atau terkelupasnya batuan asli pada peristiwa pelapukan.

3. Bukit
Bukit adalah jenis pegunungan yang tngginya antara 200 – 300 m. Bukit yang berkelompok disebut perbukitan. 

4. Cekungan
Cekungan adalah bentuk muka bumi yang mencekung yang umumnya di kelilingi oleh gunung atau pegunungan. 

5. Dataran rendah
Dataran rendah adalah dataran yang luas dan landai dengan ketinggian atau kemiringan 0 – 200 m di atas permukaan laut. 

6. Dataran tinggi
Dataran tinggi adalah tanah atau daerah yang luas dengan ketinggian lebih dari 200 m di atas permukaan laut. 

7. Lereng
Adalah suatu medan atau daerah yang permukaan tanahnya miring. 

8. Pematang
Pematang adalah suatu bukit atau pegunungan yang puncaknya berderetan . puncak pegunungan yang tajam disebut igir. 

9. Lembah
Adalah dataran yang panjang dan di aliri oleh banyak sungai 

10. Dataran pantai
Dataran yang letaknya dekat pantai dengan ketinggian kurang dari 200 m di atas permukaan laut 

11. Depresi kontinental
Depresi kontinental adalah dataran yang lebih rendah daripada permukaan air laut. 

Bentuk Muka Bumi Dasar Laut 


1. Lereng benua
Lereng benua adalah daerah yang lebih jauh dari paparan benua dengan kedalaman 130 m sampai dengan 4.000 m. 

2. Paparan benua
Paparan benua adalah dasar laut yang melandai ke arah laut dan dalamnya 16 m sampai 550 m atau rata-rata di bawah 200 m. Lebar paparan benua di tiap tempat tidak sama. 

3. Pegunungan laut dan gunung laut
Pegunungan laut dan gunung laut adalah termasuk dataran tinggi yang pada umumnya mencapai 1.000 m dari dasar laut dan puncaknya tersembul ke atas permukaan air laut. 

4. Punggung laut
Punggung laut adalah merupakan bagian dari dasar laut yang bentuknya menjulang membentuk pegunungan laut. 

5. Lubuk laut
Lubuk laut adalah sebuah lembah di dasar laut yang berbentuk bulat. 

6. Palung laut
Palung laut adalah lembah yang sempit dan sangat dalam dengan tebing yang sangat curam dan panjang.
Contoh: Palung Mindanao (11.500 m), Palung Jepang (9.700 m). 

7. Ambang laut adalah dasar laut yang mencuat dan memisahkan antara perairan yang satu dengan yang lain.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 8/14/2014