PERUMUSAN DAN PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Perumusan dan pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno di dampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jakarta
Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul PEMBAHASAN ULANG PERISTIWA RENGASDENGKLOK kita sudah menyinggung pertemuan tokoh-tokoh kusuma bangsa dari golongan muda  dan golongan tua di rumah Laksamana Muda Maeda untuk membahas perumusan teks proklamasi. Supaya runut dengan artikel saya kemarin tersebut maka kali ini saya  posting artikel dengan judul  PERUMUSAN DAN PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA. Silahkan pemirsa menikmatinya.

Para pemuka Indonesia yang hadir dalam peristiwa perumusan teks proklamasi berkumpul dalam dua ruangan yaitu ruang makan dan serambi depan. Mereka yang merumuskan teks proklamasi melakukannya di dalam ruang makan yakni Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad Subarjo.
 
Dalam perumusan teks proklamasi tersebut, Ir. Soekarno bertindak sebagai penulis konsep proklamasi, Mohammad Hatta dan Ahmad Subarjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Rumusan tulisan tangan Ir. Soekarno berbunyi berikut ini : 

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-2 jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. 

                                                                                  Djakarta, 17 – 8 – ‘05
                                                                                  Wakil-2 bangsa Indonesia, 

Kalimat pertama merupakan saran Mr. Ahmad Subarjo yang diambil dari Piagam Jakarta yang berbunyi: “Atas Rahmat Allah maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya”. Kalimat pertama ini merupakan pernyataan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri. Sedangkan kalimat kedua dari Drs. Mohammad Hata. Kalimat kedua ini merupakan pernyataan pengalihan kekuasaan. 

Setelah teks proklamasi berhasil dirumuskan, kemudian dibacakan di hadapan pemuka-pemuka yang sebagian besar anggota PPKI yang menunggu di ruang serambi depan. Kemudian Ir. Soekarno mengusulkan agar teks itu ditandatangani oleh mereka yang hadir selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Usul tersebut diperkuat oleh Drs. Mohammad Hatta dengan mengambil contoh dari naskah “Declaration of Independence” Amerika Serikat. 

Tetapi Chaerul Saleh yang pertama tidak setuju apabila teks proklamasi itu ditandatangani oleh anggota-anggota PPKI, karena badan itu merupakan bentukan pemerintah Jepang. Akhir sebagai jalan tengah, Sukarni mengusulkan agar teks proklamasi sebaiknya ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia. Ternyata usul tersebut disetujui oleh semua yang hadir. Kemudian naskah teks proklamasi yangditulis tangan Sukarno tersebut, diketik oleh Sayuti Melik. Dengan beberapa perubahan sebagai berikut: 

1. Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”
2. “Wakil-2 bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”
3. Tulisan “Djakarta, 17 – 8 – ‘05” diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun ’05. 

Versi terakhir inilah yang kemudian ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta yang dikenal dengan naskah otentik. Tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya Chaerul Saleh, Sukarni, Sayuti Melik, B.M Diah, Sudiro, dan tokoh-tokoh tua yang lain. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediaman Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur (sekarang Jalan Proklamasi) No. 56, Jakarta. Mereka adalah rakyat kebanyakan dan para pemuda. sekitar pukul 10.00 WIB Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh Suhud dan Latif Hendraningrat, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. 

Demikianlah pembahasan kita tentang Perumusan dan Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah kita sajikan. Semoga saja artikel ini dapat menjadi refrensi yang bermanfaat untuk pembaca sekalian. Terima kasih sampai jumpa di artikel saya selanjutnya.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/31/2014

PEMBAHASAN ULANG PERISTIWA RENGASDENGKLOK


Sekembalinya dari Dalat, Vietnam Selatan dalam rangka memenuhi panggilan Jenderal Terauchi untuk pelantikan anggota PPKI secara simbolik pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Prof. DR. Radjiman Wediodiningrat, di Jakarta ketiganya disambut oleh Sutan Syahrir yang menyampaikan berita tentang kekalahan Jepang terhadap Sekutu. Kemudian, Sutan Syahrir menyarankan agar Ir. Soekarno segera menyatakan kemerdekaan tanpa terikat Jepang. Namun, usulan itu ditolak oleh Ir. Soekarno.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/30/2014

Proses Sosial Dissosiatif Dalam Hubungan Sosial




Proses Sosial Dissosiatif Dalam Hubungan Sosial
Sebelum anda membaca pembahasan ini saya sarankan anda (yang belum membaca) terlebih dahulu membaca Proses Sosial Assosiatif Dalam Hubungan Sosial. Terima kasih :)
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/28/2014

Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial dan Budaya



Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial dan Budaya
Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial dan Budaya

Perubahan sosial dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat sekali. Suatu perubahan sosial pastilah akan memberikan pengaruh terjadinya perubahan budaya. Perubahan kebudayaan mencakup semua
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/27/2014

Perubahan Sosial Budaya



Perubahan Sosial Budaya
Sebelum saya membahas hakikat atau pengertian sosial budaya. Terlebih dahulu perlulah kita mengetahui apa sebenarnya pengertian sosial dan budaya.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/26/2014

Proses Sosial Assosiatif Dalam Hubungan Sosial



Proses Sosial Assosiatif Dalam Hubungsn Soaial
      Proses sosial assosiatif adalah prosee sosial mengarah kepada terjalinnya hubungan sosial yang bersifat positif. Proses sosial ini mengarah pada bentuk jalinan sosial yang erat, saling membutuhkan, dan terbentuk suatu kerja sama. Melalui proses assosiatif terjadi kecenderungan terjalinnya kesatuan dan meningkatnya solidaritas anggota kelompok. Bentuk hubungan sosial dari proses assosiatif ini ada 3, yakni : akomodasi, kerja sama, dan asimilasi.
 
      a. Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses di mana orang perorang atau kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, kemudian saling menyesuaikan diri untuk mengatasi kekurangan-kekurangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/24/2014

Perang Dunia II Front Asia-Pasifik



Peristiwa Perang Dunia II Front Asia-Pasifik terjadi di seluruh kawasan Asia-Pasifik termasuk di Indonesia. Perang Dunia II front Asia-Pasifik ini terjadi setelah pasukan Kamikaze (berani mati) dari Angkatan Udara Jepang mengebom dan menghancurkan Pangkalan Militer Amerika Serikat Pearl Harbour yang terletak di Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941.
Setelah itu dalam waktu singkat (± 5 bulan) Jepang berhasil menguasai wilayah Asia termasuk Indonesia yang ketika itu masih dijajah oleh Belanda. Jepang merebut Indonesia dari Belanda sepenuhnya pada tanggal 8 Maret 1942, setelah Gubernur Jenderal Hindia Belanda  Mr. Aw. Tjarda van Starkenborg Stachouwer menyerah tanpa syarat kepada Panglima Perang Jepang Hitoshi Imamura di Kalijati.

Namun pada pertempuran Midway yang terjadi pada tanggal 4 – 7 Juni 1942, Jepang untuk pertama kalinya mengalami kekalahan dari Sekutu dan sejak itu Jepang mulai mengalami kekalahan demi kekalahan melawan Sekutu. Pertempuran Midway atau yang disebut juga pertempuran Laut Karang (Atol Midway) merupakan pertempuran laut terbesar antara Armada Laut USA di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur dengan Armada Laut Jepang. Satu persatu pulau-pulau yang terletak di antara Australia dan Jepang dapat direbut kembali.

Kedudukan Jepang semakin melemah atau terjepit setelah Sekutu (USA) mampu mengalahkan Jepang di Pulau Saipan di Kepulauan Mariana dan merebut pulau tersebut pada bulan Juli 1944. Pulau Saipan merupakan Pangkalan Angkatan Laut Jepang di Pasifik. Pulau Saipan ini sangat penting bagi Sekutu karena jarak Saipan dan Tokyo dapat dicapai oleh pesawat pengebom B 29 USA. Hal ini menyebabkan kegoncangan dan keresahan melanda masyarakat Jepang. Dan memang terbukti setelah itu, dari pulau inilah pesawat pengebom B 29 USA meluncur ke atas udara Jepang dan menjatuhkan bom atom.

Kekalahan-kekalahan Jepang yang berturut-turut ini menyebabkan terjadinya krisis di pemerintahan dan masyarakat Jepang. Faktor-faktor ini pula yang menyebabkan jatuhnya Kabinet Tojo pada tanggal 17 Juli 1944 dan digantikan oleh Jenderal Kuniaki Koiso.

Untuk memperkuat Armada Perang Jepang melawan pasukan Sekutu, Perdana Menteri Kuniaki Koiso memberikan janji kemerdekaan kepada sejumlah negara-negara yang dikuasainya termasuk Indonesia. Maka pada tanggal 17 Juli 1944 sesaat setelah dia dilantik menjadi Perdana Menteri Jepang, Perdana Menteri Kuniaki Koiso mengumumkan janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia di kemudian hari.

Pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat pengebom B 29 Amerika Serikat menjatuhkan sebuah bom atom yang dijuluki little boy di kota Hiroshima dan menewaskan 129.558 orang dalam sehari. Selanjutnya pada tanggal 9 Agustus 1945 dijatuhkan bom atom yang kedua, kali ini di kota Nagasaki yang juga mewaskan ratusan ribu korban jiwa dalam sehari. Akibat kedua kota tersebut dibom, Jepang menjadi tidak berdaya dan akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Kaisar Hirohito secara resmi mengumumkan penyerahan Jepang kepada Sekutu.

Berikutnya : PERANG DUNIA II FRONT AFRIKA
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/21/2014

MENGENAL ILMU FALAK - ASTRONOMI


MENGENAL ILMU FALAK - ASTRONOMI

Mengenal Ilmu Falak - Astronomi

ILMU FALAK. Suatu ilmu yang mempelajari benda-benda langit, matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lainnya. Pengetahuan tentang posisinya merupakan hasil pengalaman serta pengamatan yang dikerjakan berulang-ulang dengan bantuan alat-alat. Ilmu ini ditemukan dalam kurun ribuan tahun, dimulai sejak kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi di Kerajaan Babylonia yang terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat (selatan Irak kini). Para pendeta Kerajaan Babylonia menemukan dua belas  gugusan besar bintang-bintang di cakrawala, yang mereka bayangkan sebagai satu lingkaran. Setiap gugusan bintang (zodiak) akan berlalu setelah 30 hari. Setiap satu bagian mereka namakan derajat. Penemuan mereka tentang gugusan bintang-bintang itu akhirnya melahirkan ilmu geometri dan matematika, ilmu ukur, dan ilmu hitung. Dengan menghitung jalannya bulan, dihasilkan hari, dengan menghitung jalannya matahari dihasilkan tanggal, bulan, serta tahun sehingga akhirnya terjadi ilmu penanggalan.

Pada zaman gemilangnya imperium Arab, selama beberapa abad setelah Nabi Muhammad SAW wafat (632), bangsa Arab telah menjadi penghubung antara Kebudayaan Yunani kuno dan Kebudayaan Eropa Barat. Bangsa Arab pada waktu itu memiliki sifat dan keperibadian serta keimanan yang murni, bahwa manusia semata-mata diciptakan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Maka segala kekayaan rohani dari bangsa Yunani mereka pandang sebagai amanat suci yang harus dipelihara dan dijaga untuk disampaikan kepada umat manusia. Kekayaan rohani bangsa Yunani tersebut antara lain ilmu falak, kemudian mereka susun dengan memberi komentar sebaik-baiknya, tanpa memutarbalikkan kenyataan-kenyataan yang mereka peroleh dan disampaikan secara utuh kepada umat. Ilmu falak dikembangkan oleh para ilmuwan muslim karena ilmu tersebut berhubungan sangat erat dengan pelaksanaan ketentuan-ketentuan agama Islam seperti salat lima waktu, penentuan arah kiblat, dan penentuan awal bulan Qamariyah (sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi). Bagi daerah yang baru diduduki oleh bangsa Arab/Islam harus pula segera ditentukan arah kiblatnya, terutama bagi daerah yang jauh leteknya.

Salah seorang ulama Islam yang muncul sebagai ahli ilmu falak terkemuka adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850) yang mengarang buku berjudul Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah sekitar tahun 825 di Baghdad. Buku ini sangat mempengaruhi pemikiran cendikiawan-cendikiawan Eropa dan kemudian diterjemahkan sebagian ke dalam bahasa Latin oleh Robert Chester pada tahun 1140 dengan judul Liber al-gebras et almucabola. Sampai sekarang, untuk menyelesaikan persoalan aljabar masih tetap digunakan cara al-Khawarizmi, yang di dalam bahasa Inggris disebut dengan algorism (algoritme = urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah).

Ilmu Perbintangan

Ilmu perbintangan bangsa Babylonia dibawa oleh pedagang-pedagang dari Funisia ke Yunani. Claudius Ptolemaeus (± 100-178) adalah salah seorang ahli dalam ilmu perbintangan (astronomi) dan geografi. Buku peninggalan Calaudius Ptolemaeus yang disalin ke bahasa Arab dinamakan Ptolemy’s Almagest, kata-kata Yunani yang diarabkan dengan merangkai al pada kata magest yang artinya “usaha yang paling besar.”
Pengaruh Islam (Arab) dalam ilmu falak masih tercatat dan terlihat dengan jelas pada nama-nama bintang dalam bahasa Arab yang masih melekat hingga sekarang, seperti Aldebaran (Alpha Tauri) = ad-Duburan (Dua Buntut); Mirfaq = Mirfaq (Siku); Rigel (Beta Orionis) = Rijl (kaki) yaitu bintang di kaki Orion; Zubeneljanubi = Anak Selatan; Markab = Kendaraan; Altair (Alpha Aquilae) = at-Tair (Burung); Alnoth = Tanduk; Kochab = Kaukab (Bintang); Alphardn= al-fard (Sendirian); Betelgeuse (Alpha Orionis) = Bait al-Jauza’ (Rumah Kembar), Fomalhaut (Alpha Piscis Austrini) = Famu al-Huut (Mulut Ikan); Diphda = Diphda’ (Katak), dan lain-lain.

Pengembangan kembali ilmu falak bermula dari bangsa Arab yang mengambil alih ilmu bangsa Yunani setelah ditambah dan dikembangkan. Kemudian ilmu tersebut melalui Spanyol pindah pula ke tangan bangsa-bangsa Eropa, dibawa oleh bangsa Eropa sendiri yang menuntut ilmu pengetahuan di Spanyol seperti di Sevilla, Granada, dan Cordoba. Akhirnya diketahui bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh itu berasal dari ahli-ahli ilmu pengetahuan Yunani. Para ilmuwan Eropa kembali menyelidiki dan mempelajari buku-buku Phytagoras (± 580-500 SM), Claudius Ptolemaeus, dan lain-lain, dan dengan demikian berakhirlah masa gelap gulita (Dark Age) di Eropa (400-1000).

Di Eropa, orang Polandia yang bernama Nicolaus Copernicus (1473-1543) adalah ahli ilmu falak modern, terutama mengenai teori yang masih digunakan sampai sekarang bahwa bumi bersama planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari (heliosentris). Pendapat sebelumnya bahwa bumi tetap di tempatnya dan merupakan pusat (geosentris) benda-benda langit lainnya. Dengan ditemukannya teleskop oleh Galileo Galilei (1564-1642) yang menguatkan teori Nicolaus Copernicus, ilmu falah bertambah maju lebih jauh lagi. Tetapi kemudian Galileo Galilei oleh para tokoh agama (Katolik) dianggap sebagai seorang bidah, kemudian ditangkap oleh Inkuisisi Roma (sejenis kuasa pengadilan gereja) sampai menemui ajalnya.

Terima kasih. Semoga bermanfaat
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/14/2014

SEJARAH PERANG DUNIA PERTAMA


SEJARAH PERANG DUNIA PERTAMA

Sejarah Perang Dunia Pertama

Perang dunia pertama terjadi pada tanggal 28 Juli 1914 dan berakhir pada tanggal 11 November 1918. Perang ini telah berlangsung selama 4 tahun dan menewaskan lebih dari 4 juta jiwa. Perang ini terjadi di seluruh daratan eropa dan balkan serta berimbas kepada negara jajahan masing-masing di kawasan Asia dan Afrika, termasuk juga sangat berdampak pada pergerakan di Nusantara (Indonesia), pengaruh ini dapat dilihat dengan dibentuknya Comite Indie Weerbaar atau Komite Pertahanan Hindia pada bulan Juli tahun1916 oleh Gubernur Jenderal van Limburg Stirum, yang melibatkan seluruh unsur di Indonesia termasuk organisasi pergerakan nasional, seperti Budi Utomo dan Central Sarekat Islam. Komite ini bertujuan untuk membentuk milisi pribumi sebagai antisipasi serangan luar terhadap Indonesia.

Kembali kepada Perang Dunia I. Perang dunia pertama yang telah membunuh jutaan jiwa baik dari kalangan militer maupun rakyat itu merupakan perang antara aliansi-aliansi atau blok-blok persekutuan pada waktu itu, yakni blok sentral dan blok sekutu. System of Alliances yaitu politik mencari kawan untuk membentuk persekutuan dipelopori oleh Jerman dan Prancis. Masing-masing negara tersebut mempengaruhi negara lain untuk menjadi kawan persekutuannya sehingga di kawasan Eropa terbentuk dua blok, yakni Triple Alliante dibentuk tahun 1882 terdiri atas negara-negara Jerman, Austria, dan Italia. Untuk mengimbangi Triple Alliante tersebut, pada tahun 1907 dibentuk Triple Entente yang anggotanya terdiri dari Prancis, Rusia, dan Inggris. Dalam perkembangan berikutnya negara Turki masuk bergabung dengan Triple Alliantie, karena negara Turki ini merupakan musuh besar dari negara Rusia. Juga ikut bergabung Bulgaria setelah kecewa dengan Rusia. Sedangkan Italia memisahkan diri setelah meletus perang dan bergabung dengan Triple Entente (Blok Sekutu) pada tahun 1915, bersama-sama dengan Prancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal, dan Jepang.

Dapat dibayangkan betapa hebat dan mengerikan perang yang terjadi dengan melibatkan banyak negara tersebut. Suara bising senjata dan meriam, rumah-rumah dan gedung hancur luluh lantak, segala inprastruktur hancur, jeritan-jeritan kesakitan dan tangisan terdengar disegala penjuru, bau anyir darah dan tubuh bergelimpangan mati dimana-mana dengan kondisi tubuh yang sebagian besar tidak utuh lagi. Sungguh dahsyat dan mengerikan sekali ini terjadi hanya karena keangkuhan dan keserakahan manusia.

Adapun sebab-sebab terjadinya perang dunia pertama ini dibedakan menjadi dua sebab yakni sebab-sebab umum dan sebab khusus. Sebab-sebab umum meliputi ketegangan-ketegangan yang memuncak diantara kedua aliansi tersebut di Eropa. Ketegangan-ketegangan yang memanas ini menyebabkan timbulnya persaingan dalam industri senjata. Mereka berlomba dalam membuat persenjataan untuk digunakan saling gempur. Jadi kondisi ini bagaikan api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa meletuskan perang. 

Adapun sebab khusus atau yang dikenal dengan Casus Belli perang dunia pertama adalah terbunuhnya Putra Mahkota Austria Frans Ferdinand bersama istrinya pada tanggal 28 Juni 1914 di Sarajevo. Frans Ferdinand bersama istrinya tewas ditembak oleh Princip (tentara Serbia), pada saat putra mahkota melakukan inpeksi latihan perang. Penembakan ini terjadi karena Serbia menganggap latihan perang itu merupakan provokasi Autria, padahal pada waktu itu Serbia sedang menuntut Bosnia Herzegovina kembali menjadi wilayahnya. Austria lalu mengirimkan ultimatum yang tidak ditanggapi oleh Serbia. Maka pada tanggal 28 Juli 1914 Austria mengumumkan perang kepada Serbia dan menyerbunya. Dan pecahlah perang Dunia Pertama. Rusia memobilisasi tentaranya dan menyatakan membantu Serbia. Tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia, tanggal 3 Agustus 1914 Prancis mengumumkan perang kepada Jerman, dan pada tanggal 4 Agustus 1914 Inggris mengumumkan perang kepada Jerman. Perang dahsyat pun melanda daratan Eropa.

Sekilas Pertempuran pada Perang Dunia Pertama

Perang Dunia ini dibagi ke dalam beberapa front atau daerah pertempuran. Di front barat, tentara Jerman di bawah Ludendorff dengan cepat memasuki Belgia dan menyerbu wilayah Prancis hingga dekat Paris. Akibat penyerbuan (invasi) ini pemerintah Prancis harus mengungsi ke Bordeaux. Tentara Jerman datang bagaikan air bah menyapu wilayah Prancis , tetapai mampu ditahan oleh pasukan Prancis Jenderal Joffre di tepi sungai Marne. Perang tersebut dikenal dengan perang parit (Loopgraven oorlog), karena Prancis membuat parit yang besar untuk pertahanan. Episode perang yang nggak kalah terkenalnya ialah Pertempuran Verdun, saat Jerman mengadakan serangan besar-besaran tetapi dapat dipukul mundur oleh Maarschalk Foch dari Prancis.

Di front Timur, tentara Rusia yang semula bisa menerobos masuk wilayah pertahanan Jerman, akhirnya dihancurkan oleh Jenderal Hindenburg dan Mackensen dalam pertempuran di Tannenburg dekat Danau Masuri. Di front Italia, Italia yang berhianat dari blok sentral dihancurkan oleh gabungan tentara Jerman dan Austria di Inzonso. Di front Balkan, tentara Jerman dipimpin Jenderal Mackensen menaklukan Serbia, Montenegro, dan Rumania. Sementara itu, usaha Inggris untuk melakukan pendaratan di Gallipoli dihancurkan oleh pasukan Turki di bawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha. Inggris kemudian mundur ke Yunani dan menghantam Bulgaria hingga menyerah tahun 1918. Praktis selama perang berlangsung blok sentral menguasai keadaan hingga pertengahan tahun 1917.

Keterlibatan tentara Amerika Serikat secara langsung pada Perang Dunia Pertama yaitu: Setelah Angkatan Laut Inggris melakukan blokade terhadap Jerman, sehingga keluar masuknya barang menjadi terganggu. Untuk menerobos blokade Inggris itu, Jerman mengumumkan berlakunya “Perang Kapal Selam tak terbatas”, semua kapal yang berhubungan dengan kepentingan musuh ditenggelamkan oleh Jerman. Tanggal 7 Mei 1915 kapal selam Amerika “Lusitania” ditenggelamkan oleh torpedo Jerman dan pada tahun 1916 kapal Amerika yang lain “Sussex” juga ditenggelamkan. Akhirnya, pada tanggal 6 April 1917 Amerika mengumumkan perang kepada Jerman dan membantu Sekutu sepenuhnya. Bantuan keuangan Amerika inilah yang turut menyebabkan kekalahan Jerman. Pada tahun 1917 itu Blok Sentral mulai mengalami masa kritis sebagai akibat blokade Inggris. Sekutu semakin mempergencar serangannya dan merebut wilayah-wilayah yang dikuasai oleh blok sentral (terutama Jerman) sebelumnya. Kekalahan demi kekalahan dialami Jerman di berbagai front.

Sebab-sebab kekalahan Blok Sentral yang utama antara lain: Di dalam negeri Jerman terjadi pemberontakan Spartacis yang dilakukan oleh unsur-unsur komunis dan hendak menggulingkan pemerintahan. Akhirnya Kaisar Wilhelm II melarikan diri ke negeri Belanda dan pemerintahan sosialis Jerman terbentuk di bawah pimpinan Ebert. Jerman pun menyerah kepada Sekutu dan harus menandatangani perjanjian peletakan senjata dengan Sekutu di Compiegne (utara Paris) tanggal 11 November 1918. Sama dengan yang terjadi di Jerman. Di Austria juga terjadi pemberontakan kaum komunis dan pemberontakan bangsa Slavia. Kaisar Karl yang merupakan pengganti Kaisar Frans Josef (1916), terpaksa turun tahta pada tahun 1918. Austria pun menjadi republik seperti Jerman. Sementara itu Turki setelah sendirian menghadapi Sekutu juga terpaksa harus menyerah pada tahun 1918.
Demikianlah akhir dari Perang Dunia I. Semoga Bermanfaat.
Terima kasih atas kunjungannya dan nantikan artikel-artikel berikutnya. Insya Allah. 
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 1/06/2014