Mengenal Tentang Pasar


Mengenal Tentang Pasar
Pasar, apakah yang ada dalam pikiran kalian jika mendengar kata pasar disebutkan? tentu hal pertama kali yang terlintas didalam benak adlah tenpat berkumpulnya orang ramai, tempat orang berjual beli, berarti banyak orang, banyak barang dan tentu banyak uang.

Lalu pengertian pasar itu apa?
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/20/2013

Penyimpangan Sosial



Mendeskripsikan perbuatan yang dikatagorikan menyimpang
Semua tindakan atau perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma masyarakat secara umum disebut dengan penyimpangan sosial
Contoh yang dikatagorikan menyimpang misalnya kebiasaan minum-minuman keras, berjudi, psk, perilaku seksual di luar nikah, pemakaian narkoba, kenakalan remaja dll.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/18/2013

Kebutuhan Manusia

Pengertian Kebutuhan Manusia

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mempertahankan hidupnya serta memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan. Kebutuhan manusia senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan ini tampak pada pola/sikap manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang cenderung dipengaruhi oleh statusnya dalam kehidupan bermasyarakat, tidak lagi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, tetapi lebih mengarah kepada sebuah prestise atau gengsi. Pola hidup yang demikian itu akan mengarah ke arah prilaku konsumtif. Prilaku konsumtif ini akan menyebabkan semakin besarnya dan beragamnya kebutuhan manusia.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/16/2013

Alternatif Pemanfaatan Sumber Daya Alam - Kelangkaan


Alternatif Pemanfaatan Sumber Daya Alam - Kelangkaan
Air merupakan contoh SDA yang dapat diperbaharui
Sumber daya adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia. contoh sumber daya yakni bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja, uang, dan tanah/lokasi usaha.
Besarnya kebutuhan manusia menyebabkan terbatasnya sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia, kesenjangan antara sumber daya yang ada dengan kebutuhan manusia inilah yang disebut dengan kelangkaan.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/09/2013

Pajak atau Upeti



PAJAK dulu disebut dengan UPETI. BEDANYA: UPETI dipungut oleh Raja dan bawahannya untuk kepentingan penguasa dan digunakan untuk membiayai perang dalam rangka memperluas kekuasaan. sedangkan PAJAK di pungut oleh pemerintah kemudian sebagian besarnya di manfaatkan untuk kepentingan rakyat.
PERSAMAANNYA: Sama-sama di pungut dari rakyat dan bersifat memaksa.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 12/02/2013

Pembahasan Kisi-Kisi IPS Terpadu MTs Kelas VIII Semester I



Menentukan relief dan jenis tumbuhan yang tumbuh menurut Junghun
Junghun membagi 4 zona iklim menurut relief dan tanaman yang berbeda, yakni:
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/27/2013

KOLONIALISME BELANDA DI INDONESIA




KOLONIALISME BELANDA DI INDONESIA

Pada bulan Juni 1596 ekpedisi pertama Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman tiba di Banten, pelabuhan lada terbesar di Jawa Barat. Di Banten orang-orang Belanda segera terlibat dalam konflik, baik dengan orang-orang Portugis maupun dengan orang-orang pribumi.

De Houtman meninggalkan Banten dan berlayar menuju ke timur dengan menyusuri Pantai Utara pulau Jawa. Akhirnya, pada tahun 1597 ekspedisi de Houtman kembali ke negeri Belanda dengan membawa cukup banyak rempah-rempah.

Sejak itu banyak orang-orang Belanda mengadakan pelayaran-pelayaran liar untuk mencari rempah-rempah ke Nusantara. Para pedagang Belanda yang tergabung dalam perseroan-perseroan saling bersaing dan berperang satu sama lain, oleh karena itu Johan van Oldenbarneveldt kemudian mengusulkan agar masyarakat Belanda membuat sebuah kongsi dagang seperti yang dibuat Prancis dan Inggris.

Pada tanggal 20 Maret 1602 perseroan-perseroan yang saling bersaing bergabung untuk membentuk Maskapai Hindia Timur, yang diberi nama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).
Tujuan pembentukan voc adalah:

  • untuk menghindari persaingan di antara perusahaan dagang Balanda,
  • memperkuat diri agar dapat bersaing dengan perusahaan dagang negara lain seperti Portugis dan     Inggris (EIC) terutama yang ada di Indonesia.
  • Mencari keutungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.

Gubernur Jenderal VOC pertama berkedudukan di Ambon, yakni dijabat oleh Pieter Both, ia berkantor di atas kapal yang berlabuh di perairan Ambon.
Setelah Negeri Belanda dikalahkan dan dikuasai oleh Prancis pada perang koalisi pertama (1792-1797) kerajaan Belanda diganti menjadi Republik Belanda  (Republik Bataaf) oleh Napoleon Bonaparte pemimpin Prancis. Napoleon menunjuk adiknya Louis Napoleon memimpin Belanda (Republik Bataaf).

Karena Belanda dikuasai oleh Prancis, maka secara otomatis semua kekuasaan Belanda atas wilayah Hindia Belanda (Nusantara) dipegang alih oleh Republik Bataaf atas nama Prancis. Kemudian pada tanggal 31 Desember 1799 pemerintah Rebublik Bataaf membubarkan VOC akibat ketidakberesan keuangan (menumpuknya hutang akibat korupsi yang merajalela).
Untuk mengelola pemerintahan Hindia Belanda, Louis Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels sebagai gubernur Jenderal Hindia Belanda sejak tahun 1808 sampai tahun 1811. Sejak saat itu dimulailah imperialisme Prancis yang bersifat tidak langsung. Prancis menjajah Hindia-Belanda dengan cara menggunakan tangan kekuasaan orang-orang Belanda yang berpihak kepadanya.

Tujuan Louis Napoleon mengirim Herman willem Dendels ke Hindia Belanda, yaitu:

  1. Mempertahankan kedudukan Belanda di Pulau Jawa dari serangan Inggris,
  2. Menghapus tanam paksa kopi dan penyerahan paksa hasil bumi kepada pemerintah,
  3. Memperbaiki kehidupan pribumi, dan
  4. Membersihkan Batavia atau memindahkan ibukota ke tempat lain yang lebih sehat di Jawa.

Pada tahun 1811 Louis Napoleon mencopot kedudukan Daendels karena dinilai terlalu keras dalam menjalankan pemerintahan, disamping itu pemerintahan yang dijalankan Daendels ternyata bertentangan dengan perintah yang diterimanya dari Belanda. Sebagai penggantinya Louis Napoleon menggantinya dengan Jenderal Jannsens.

Sejak VOC terbentuk sampai pasca pembubaran VOC praktek kerja  sistem tanam paksa dijalankan oleh pemerintah kolonial. Lebih parah setelah pasca pembubaran VOC pada masa pemerintahan  Gubernur Jenderal Johanes van den Bosch (1830-1833) karena dia langsung menerapkan sistem paksa untuk menarik pemasukan sebanyak mungkin dari rakyatnya. Praktis sistem tanam paksa dimulai pada tahun 1830 sampai tahun 1870. Tahun 1870 sistem tanam paksa diganti dengan Undang-Undang  Agraria (Liberal), pencetus undang-undang ini adalah De Waal.

Semula masyarakat Belanda tidak mengetahui dampak pelaksanaan tanam paksa. Mereka mengira kekayaan yang mengalir ke negerinya merupakan hasil kerja sama ekonomi yang sama-sama menguntungkan. Namun, pada tahun 1850 terbetik kabar tentang penderitaan rakyat di Pulau Jawa yang mengalami kelaparan dan kematian. Akibatnya, penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan Hindia Belanda ini mendapatkan perlawanan keras dari kaum liberal dan humanis. Tokoh-tokoh Belanda dari kaum liberal dan kaum humanis yang mengecam pelaksanaan tanam paksa, antara lain Douwes Dekker dan Baron van Hoevell.

Douwes Dekker (1820-1887), mengungkapkan kritiknya terhadap pemerinntah Hindia-Belanda lewat karya bukunya yang berjudul Max Havelaar. Di dalam bukunya ia menggunakan nama samaran Multatuli, yang berarti saya yang menderita. Douwes Dekker membeberkan secara terang-terangan penyimpangan sistem tanam paksa dan penderitaan rakyat Lebak (Banten) akibat penindasan petugas tanam paksa.

Baron van Hoevell (1812-1879), ia adalah seorang pendeta yang bertugas di Hindia-Belanda. Setelah kembali ke negerinya, ia menjadi anggota parlemen Belanda. Van Hoevell bersama kelompoknya berupaya memperjuangkan nasib rakyat tanah jajahan yang menderita. Ia menuntut pemerintahan pusat dan gubernur jenderal agar memperhatikan nasib dan kepentingan rakyat.

Baca artikel berikutnya: Kebijakan Kolonial Masa Pemerintahan Daendels.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/25/2013

KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA



Kolonialisme adalah penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu.
Imperialisme adalah sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapat kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.
 
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

Kolonialisme dan imperialisme ditumbuhkembangkan bangsa-bangsa Eropa di seluruh dunia, termasuk di Nusantara. Sejak terjadinya Perang Salib dan jatuhnya konstantinopel ke tangan Turki Usmani (Turki Ottoman) pada tahun 1453 yang mengakibatkan ditutupnya jalur perdagangan Asia - Eropa lewat laut tengah, bangsa Eropa setelah mencapai kemajuan dibidang teknologi terutama teknologi pelayaran, mulai mencari dan membuka jalur perdagangan baru. Negara-negara Eropa yang memiliki andil dalam membentuk dan mengembangkan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia adalah Portugis, Belanda, Prancis dan Inggris.
Adapun tujuan kedatangan bangsa-bangsa Barat/Eropa ke dunia timur membawa tujuan khusus yang dikenal dengan 3G yaitu:
1  Gold, bertujuan mencari sebanyak-banyaknya logam mulia berupa emas, perak, dan batu permata seperti intan dan berlian, juga termasuk disini adalah hasil bumi atau rampah-rempah.
2  Gospel, membawa tujuan suci yaitu untuk menyebarkan agama yang dianutnya yakni Kristen Katolik dan Kristen protestan.
   Glory, bertujuan mendapatkan kekayaan negeri asalnya dengan memperluas wilayah kekuasaannya di negeri yang baru ditemukan dan dikuasainya.
Penyebab atau faktor politik pendorong bangsa-bangsa Eropa mencari daerah rempah-rempah di Indonesia, yakni sejak abad XV, perdagangan rempah-rempah di Eropa mengalami perkembangan pesat. Rempah-rempah laku keras di pasaran Eropa walaupun dengan harga yang tinggi. Hal inilah yang mendorong bangsa Eropa datang ke Nusantara mencari daerah penghasil rempah-rempah.
Bangsa Eropa yang pertama masuk dan menjajah Indonesia yaitu bangsa Portugis. Raja Portugis mengutus Diego Lopes de Sequiera untuk ekspedisi ke Malaka. Pada tahun 1509, Sequiera tiba di Malaka. Pada mulanya disambut dengan senang hati oleh Sultan Mahmud Syah, tetapi kemudian Sultan Mahmud Syah berbalik melawan Sequiera.
Pada tahun 1511, Alfonso d’Albuquerque (seorang tokoh penjelajah samudera Portugis), melakukan pelayaran dari Goa (India) menuju Malaka. Sesampainya di Malaka terjadilah peperangan dengan Sultan Mahmud, hingga pada akhirnya Malaka dapat ditaklukkan dan dikuasai oleh Portugis. Setelah menetap di Malaka, Albuquerque memerintahkan untuk segera mencari kepulauan rampah-rempah. Misi pencarian rempah-rempah tersebut dipimpin Francisco Serrao. Sementara itu, Albuquerque kembali ke India dengan sebuah kapal yang besar. Akan tetapi di laut lepas Pantai Sumatra kapal tersebut karam beserta barang rampasan dari Malaka.
Pada tahun 1512, Francisco Serrao berhasil mencapai Pulau Hitu (sebelah Utara Ambon), dalam usahanya untuk mencari kepulauan rempah-rempah.
Pada tahun 1522, Portugis mengadakan persekutuan dengan Ternate dan membagun benteng disana. Hubungan mereka mulai tegang ketika misionaris Portugis melakukan kristenisasi terhadap penduduk Ternate yang beragama Islam dan juga prilaku orang-orang Portugis yang tidak sopan. Perlawanan rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun mengepung benteng Portugis yakni Benteng Santo Paulo, tapi sayang Sultan Hairun gagal karena kena tipu muslihat Portugis dan meninggal pada tahun 1570. Akhirnya di bawah pimpinan Sultan Baabullah pada tahun 1575 orang-orang Portugis diusir dari Ternate setelah terjadi pengepungan yang berlangsung selama lima tahun.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 11/24/2013

Kolonialiasme Portugis di Maluku


 Pada tahun 1509 Diego Lopes de Sequeira orang Portugis yang diutus oleh Raja Portugis tiba di Malaka. Pada saat itu, Malaka dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah. Pertama orang Portugis disambut baik oleh Sultan Mahmud Syah, kemudian Sultan Mahmud berbalik melawan Sequiera.
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 10/27/2013

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan
Mari bersama kita melestarikan lingkungan hidup!

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolalaan Lingkungan Hidup disebutkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam peroses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. pembangunan berkelanjutan memperhatikan kebutuhan bagi generasi sekarang dan generasi masa datang. Pembangunan berkelanjutan dilaksanakan untuk mencapai kesejahteraan penduduk dengan tidak merusak lingkungan hidup. Faktor lingkungan hidup yang mendorong pembangunan berkelanjutan adalah proses ekologi penting tetap terpelihara, sumber daya cukup tersedia, serta lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi yang sesuai.

Kegiatan pembangunan memiliki dampak positif dan negatif. Pembangunan yang berdampak positif dapat ditandai dengan meningkatnya kesejahteraan dan kualitas penduduk, karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat tanpa menimbulkan efek yang merusak kepada lingkungannya. Sementara itu pembangunan yang berdampak negatif akan menyebabkan tercemarnya atau rusaknya lingkungan karena eksploitasi dan pemanfaatan yang sangat besar terhadap lingkungannya, tanpa mempertimbangkan akibat negatif yang akan timbul (pengelolaan tanpa perhitungan).

Pembangunan berkelanjutan berkaitan dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Artinya pembangunan hendaknya selalu memperhatikan keadaan lingkungan dengan melakukan analisa-analisa terhadap dampak lingkungan yang mungkin ada. Untuk lebih menanamkan pemahaman kita, mari kita perhatikan ciri-ciri pembangunan berkelanjutan berikut ini. Menurut ahli lingkungan Emil Salim, konsep pembangunan berkelanjutan mempunyai ciri-ciri (landasan pokok) berikut:
1.  Proses pembangunan mesti berkelanjutan, terus menerus, didukung sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan manusia yang terus berkembang.
2.  Sumber daya alam memiliki ambang batas sehingga pemanfaatannya akan menurunkan kualitas dan kuantitas lingkungan.
3.  Kualitas lingkungan berkorelasi/berhubungan dengan kualitas hidup.
4.  Pola pembangunan sumber daya kini seharusnya menutup kemungkinan pilihan lain
5.  Mengendalikan solidaritas transgenarasi sehingga peningkatan kesejahteraan generasi sekarang juga dapat dialami oleh generasi mendatang.

Agar lingkungan dapat tetap mendukung pembangunan yang berkelanjutan, baik untuk saat sekarang maupun generasi mendatang, perlu kita lakukan beberapa usaha pelestarian lingkungan.

Berikut prinsip-prinsip sederhana pelestarian lingkungan yang perlu kita lakukan.
1. Mengurangi eksploitasi (reduce)
2. Menggunakan kembali (reuse)
3. Mendaur ulang (recycle)
4. Memulihkan kembali (recovery)
5. Memperbaiki kembali (reserve)

Beberapa usaha pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan diantaranya berikut ini:
1. Pelestarian hutan
Dengan cara melakukan Reboisasi dan rehabilitasi Hutan
Reboisasi adalah usaha penghutanan kembali daerah-daerah gundul. 
Rehabilitasi hutan berguna untuk mengganti dan memperbaiki pohon-pohon yang telah mati dan rusak dengan pohon-pohon baru.
Mempertahankan hutan lindung dan suaka alam, mengambil kayu hutan dengan sistem tebang pilih, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya hutan.

2. Pelestarian tanah guna mempertahankan kesuburannya.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara : Penggunaan pupuk yang benar untuk meningkatkan unsur hara tanah; pembuatan transering pada tanah miring gunanya untuk mencegah erosi; pelestarian tanah guna menyimpan air dengan cara penghijauan pada tanah yang tidak dimanfaatkan, selalu menutup permukaan tanah dengan tanaman untuk mengurangi kerusakan tanah akibat penyinaran matahari dan mengurangi penguapan air tanah, pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), penertiban pembuangan sampah sembarangan, penertiban pembuangan limbah industri dengan membuang bahan-bahan yang sulit hancur.

3. Pelestarian udara
Dilakukan dengan cara: Mewajibkan pabrik menyaring asapnya agar aman dibuang ke udara; mengurangi pemakaian bahan bakar fosil untuk mengurangi gas buang; memghindari pemakaian CFC (kloroflurokarbon) pada AC dan lemari es; dan membuat taman dan menanam pepohonan di lingkungan sekitar.

4. Pelestarian laut dan pantai
Dilakukan dengan cara: tidak membuang sampah dan limbah ke laut; melarang penggunaan bahan peledak dan pukat harimau untuk menangkap ikan dan mempertahankan hutan mangrove.

Demikian pembahasan kita . Terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya..
Semoga menjdai ilmu yang barokah. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.




Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 10/21/2013

Kerusakan Lingkungan Hidup

Kerusakan Lingkungan Hidup

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sampai berjumpa kembali pada pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan kita sebelumnya yakni Lingkungan Hidup. Silahkan pengunjung blog yang budiman untuk membacanya, walaupun singkat semoga dapat bermanfaat banyak bagi para pembaca. :)

Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pelestariannya

Kerusakan lingkugan hidup disebabkan oleh berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam upaya memanfaatkan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Besarnya aktivitas manusia itu dalam memanfaatkan lingkungan hidupnya tanpa dibarengi dengan merawat dan menanggulangi bahaya kerusakan, menyebabkan keruasakan lingkungan hidup diberbagai sektor, diantaranya:

1. Kerusakan Lahan/Hutan

Kerusakan lahan mengakibatkan lahan kritis atau hilangnya kesuburan tanah. Penyebabnya adalah penggudulan hutan, erosi tanah, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, dan kebakaran hutan.

Hutan sebagai sumber utama kebutuhan manusia, merupakan jenis sumber daya yang mudah diperbaharui. Tetapi karena pemanfaatan dan pengambilan hasil hutan yang tidak sebanding dengan pelesatarian hutan menyebabkan terjadinya kerusakan hutan. Setiap tahun kini di dunia diperkirakan enam juta hektar hutan berubah menjadi padang ilalang. Sehigga kalau keadaannya tetap seperti ini, maka besar kemungkinan pada beberapa tahun yang akan datang saja, bumi tidak akan memiliki hutan.

Bentuk Kerusakan hutan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia antara lain:

a. Pemanfaatan sumber daya hutan secara berlebihan tanpa dibarengi dengan usaha perbaikan hutan yang sebanding dengan pemanfaatannya. Contoh Penebangan pepohonan untuk industri kertas, untuk bahan bangunan, untuk bahan furniture atau penebangan pohon untuk kayu bakar.
b. Berubahnya fungsi hutan menjadi lahan pertanian, hal ini terjadi karena hutan ditebang dan dibakar untuk pemukiman, sehingga areal hutan menyempit.

Akibat kerusakan hutan, antara lain:

- Punahnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan, sehingga menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati.
- Terjadinya perubahan iklim karena pengaturan klimatologis seperti hujan, suhu dan sinar matahari menjadi tidak lagi berfungsi.
-  Terjadinya kekeringan pada musim kemarau dan akan terjadi banjir pada musim hujan.
-  Terjadi lahan kritis dimana tanah tidak menjadi subur, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

2. Polusi Udara

Tercemarnya lapisan atmosfer bumi mengakibatkan terjadinya perubahan suhu dan iklim yang ekstrem. Misalnya terjadinya pemanasan global yang disebabkan karena kadar lapisan karbondioksida menebal, penipisan ozon dan sebagainya, dan disamping itu pencemaran udara menyebabkkan gangguan bagi makhluk hidup seperti sesak napas, batuk kering, dan lain-lain. Polusi udara disebabkan oleh penggunaan kendaraan bermotor  yang menghasilkan gas CO2  ,CO, Timbal, Silika dan Zat berbahaya lainnya, Aktivitas  industri, dan kebocoran minyak mentah.

3. Pencemaran Air

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup. Pencemaran air mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Air dikatakan sehat bila ketiga kriteria berikut ini terpenuhi, yakni:  tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Penyebab pencemaran air antara lain disebabkan oleh pembuangan limbah rumah tangga ke sungai, limbah kimia dari pabrik, dan kebocoran minyak mentah.

Hasil buangan yang masuk ke dalam air pada waktu dan jumlah tertentu dapat menimbukan pencemaran air. Pencemaran air dapat menyebabkan berkurangnya persediaan air bersih yang memenuhi syarat, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.

4. Pemanasan Global

Pemanasan global adalah peningkatan suhu udara dari suhu rata-rata normal secara global, meliputi suhu rata-rata atmosfer (udara), laut dan daratan. Penyebabnya kegiatan industri dan pertanian, pembakaran bahan bakar fosil seperti bensin, solar, dan batu bara pada mesin kendaraan bermotor, industri, dan listrik yang menghasilkan gas-gas buang. karbondiosida, sulfur oksida, dan nitrogen oksida dibuang ke udara ketika pembakaran berlangsung. Penggunaan klorofflurokarbon (CFC) pada kulkas dan AC yang dilepaskan ke udara juga turut meningkatkan suhu udara. selain itu, gas CFC juga dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon.

Kesimpulan

Kerusakan lingkungan hidup yang sekarang melanda bumi kita termasuk bumi Indonesia adalah akibat dari ulah tangan manusia sendir dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Berbagai upaya dilakukan untuk memuaskan kebutuhannya tanpa memperhatikan dan peduli terhadap akibat yang terjadi dari perbuatannya itu.  Terjadinya bencana banjir, menipisnya persediaan air minum yang sehat, timbulnya berbagai macam penyakit, keadaan cuaca dan iklim yang tidak menentu adalah seberapa saja dari sekian banyak akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan. Hanya kesadaran dan kepedulian kita sajalah yang bisa mencegah berlanjutnya kerukan lingkungan kita ini. Mari Bersahabat dengan Lingkungan!!

Sekian dulu dan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Sumber gambar: www.google.com/search?q=gambar+kerusakan+lingkungan
Azanul Ahyan
Azanul Ahyan Updated at: 10/20/2013